Peserta pelatihan adalah perwakilan dari 8 primer koperasi wanita Jawa Timur yang setiap koperasi diwakili oleh 3 orang yang terdiri dari pengurus, BPH, dan karyawan.
Di awali dengan pelatihan mengenai manajemen, mulai dari wirausaha, peluang dan resiko usaha serta bisnis plan. Selanjutnya mulai memasuki materi komputer yang diawali dengan materi instalasi windows 7, dilanjutkan dengan materi office (word, excel, dan powerpoint). Materi yang terakhir adalah mengenai internet (jaringan dan social networking). Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta bisa menjadi pelatih-pelatih yang profesional yang siap untuk mencerdaskan masyarakat terutama masyarakat pedesaan.
Dalam video itu tampak dua polisi berseragam sedang berjaga di sebuah pos di markas kepolisian. Satu sedang asyik bermain telepon selular. Satu lagi 'menggila', menyanyi dan melenggak-lenggok dengan hot mengikuti irama lagu yang diputar nyaring, bak artis Bollywood.
Video kocak ini diunggah tiga kali, yakni pada 29 Maret, 2 April, dan 3 April. Hingga berita ini diunggah, jumlah penonton video pertama baru mencapai 19.493 orang.
Aksi polisi itu mengundang beragam komentar dari pengunjung Youtube. Rata-rata bernada positif. Salah satunya yang dilontarkan Goscario, "Stress gua langsung ilang... bintang baru nih... wkwkwkwk.." Begitu juga yang disampaikan pengunjung dengan ID Chamental2728. "Sangat menghibur sekali, Pak Polisi." (vivanews)

Terkait upaya pemberdayaan perempuan bagi anggota di bidang kewirausahaan, Koppas Citra Kartini melakukan studi lapangan ke Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna yang berlokasi Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Studi lapangan pada Selasa, 29 Maret 2011 ini, diikuti oleh Pengurus, Pengawas, Manajer dan PPL Koppas Citra Kartini. Usai diterima oleh Heri Wijaya, Manajer PPK Sampoerna, rombongan Koppas Citra Kartini melihat secara langsung ke sejumlah titik penelitian dan pengembangan produksi yang memiliki luas total 27 hektar. Studi ini dimaksudkan untuk mendapatkan input yang diarahkan pada penggalian potensi kewirausahaan bagi anggota Koppas Citra Kartini agar bisa dikembangkan.
Dra.Hartatik Sutrisno,MPd Ketua Umum Koppas Citra Kartini Sumber Pucung Kabupaten Malang, menjadi nara sumber dalam “Forum Komunikasi Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Dikalangan Wanita” yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada tanggal 23-24 Maret 2011 di Hotel Jayakarta Jakarta. Dalam acara yang diikuti oleh sekitar 200 orang perwakilan dari Kopwan seluruh Indonesia itu, Dra.Hartatik Sutrisno,MPd menyajikan materi tentang “Organisasi dan Ketatalaksanaan dalam Mengembangkan Kegiatan Usaha dibidang Ketenagakerjaan Khususnya Perlindungan Terhadap TKW”. Kedepan, Koppas Citra Kartini akan merealisasikan pendirian Klinik TKW dengan tugas pokok memberikan layanan pendampingan terhadap TKW.

LAB KOMPUTER ITS
SURABAYA
BPH/Badan Pengurus Harian Telecenter Citra Kartini saat ini sedang mengikuti PELATIHAN CALON PELATIH (TOT) KOMPUTER & INTERNET BAGI MASYARAKAT. Pelatihan ini merupakan kerjasama dari pihak proyek dengan pihak kemitraan ITS yang berlangsung selama 5 hari (14-18 Juni 2010) dan bertempat di Lab Komputer Fak Teknik ITS Surabaya.
Diharapkan dengan adanya pelatihan TOT ini, BPH bisa mendapatkan ilmu pengetahuan tentang komputer & internet yang nantinya harus di salurkan kepada masyarakat. Karena kegiatan Telecenter Citra Kartini ke depan adalah mengadakan pelatihan komputer dan internet untuk masyarakat namun dengan metode yang berbeda. Kalau kegiatan sebelumnya, pihak Telecenter Citra Kartini mengundang masyarakat untuk mengikuti pelatihan tentang pengenalan komputer dan internet,tapi untuk kegiatan ke depan pihak Telecenter Citra Kartini akan mendatangi kelompok-kelompok masyarakat tersebut untuk melaksanakan pelatihan komputer dan internet.

Fenomena alam gerhana matahari akan kembali mampir di Indonesia, Jumat (15/1/2010) besok. Gerhana ini bisa dinikmati warga Jakarta pukul 14.33-16.00 WIB. Siapkan peralatan jika ingin melihatnya!
Menurut Profesor Riset Astronomi Lapan Bandung Thomas Jamaludin, gerhana matahari cincin hanya melewati Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China. Daerah lain termasuk Indonesia hanya mendapat gerhana matahari sebagian.
"Di Indonesia akan terlihat di Sumatera 10-60 persen, Jawa Barat dan Tengah 0-12 persen, Kalimantan 0-20 persen, Sulawesi 0-5 persen. Yang lain tidak kebagian," kata Thomas kepada detikcom, Kamis (14/1/2010).
Lama gerhana diperkirakan sekitar 2 jam, mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Nah, untuk mereka yang tinggal di Jakarta, gerhana akan terjadi pukul 14.33-16.00 WIB dengan kegelapan hanya 11 persen. Di Bandung, gerhana terjadi pukul 14.39-15.55 WIB dengan kegelapan 8 persen.
"Kalau tidak tertutup mendung atau hujan, nanti bisa terlihat," jelas Thomas.
Menurut dia, gerhana ini bisa lebih leluasa dinikmati di Sumatera karena lebih dekat ke jalur gerhana cincin. Lhokseumawe akan mendapat gerhana 53,7 persen pada pukul 13.45-16.44 WIB, Medan akan mendapatkan gerhana 47,1 persen pada pukul 13.50-16.40 WIB, sedangkan Padang mendapatkan gerhana dengan kegelapan 34,1 persen pada pukul 13.57-16.27 WIB.
Jika anda ingin melihat gerhana, jangan lupa memakai kaca mata hitam untuk keamanan mata. Gerhana matahari juga bisa dilihat dengan plastik film, atau klise foto bekas.
"Bisa juga melubangi kertas dengan jarum. Sorot matahari yang lewat lubang jarum bisa direfleksikan ke tanah, kertas atau media lain. Nanti gerhananya kelihatan di situ," pungkas Thomas.

Kunyit (Curcuma domestica) me-rupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki man-faat, di antaranya sebagai bumbu masak (terutama kare), pewarna makanan, minuman, tekstil dan kosmetik. Tanaman ini telah di-kenal sejak lama di Indonesia dan penggunaannya cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pola hidup dewasa ini yang cenderung moderen dengan gejala serba instan, menjadikan penyakit yang berkembang di masyarakat juga beragam. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak penyakit yang mencuat di masya-rakat di antaranya aids, kanker, flu burung dan bahkan gejala pikun dini. Kondisi ini membuat masyarakat mulai berfikir untuk mencari pengobatan alternatif secara konvensional di samping pengobatan moderen. Salah satu tanaman obat yang berpeluang sebagai pengganti pengobatan kimiawi yang dapat memperlam-bat datangnya penyakit pikun adalah kunyit. Penggunaan ta-naman ini biasanya berupa bubuk atau tepung kunyit yang diracik ke dalam bumbu masak.
Rimpang kunyit sangat ber-manfaat sebagai antikoagul-an, menurunkan tekanan darah, obat cacing, abat asma, pe-nambah darah,obat sakit perut, diare, usus buntu dan rematik. Selain ber-khasiat dalam pengobatan, rimpang kunyit juga banyak digunakan untuk bahan pewarna, bahan campuran kosmetika, bakterisida, fungisida dan stimulan.
Kunyit untuk mencegah Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah sejenis penyakit pikun yang umum terjadi pada manusia yang mulai memasuki usia tua (manula). Secara alamiah, pikun biasa terjadi pada setiap orang karena kondisi fisik otak menurun. Namun pikunpun dapat di-perlambat datangnya dengan meng-gunakan kunyit dalam bentuk bum-bu kare. Kunyit sebagai bahan bumbu kare yang banyak dipakai dalam berbagai resep masakan dirasakan dapat mempertahankan kualitas otak hingga usia lanjut. Salah satu bukti adalah manula yang berada di negara-negara Asia tetap memiliki ingatan baik di usia lanjut karena mereka rajin mengkonsumsi bumbu kare.
Hasil penelitian Dr. Tze-Pin Ng dari Universitas Nasional Singapura (NUS) pada 1.010 manula berusia 60 tahun sampai 93 di tahun 2003, menunjukkan bahwa manula yang rajin mengkonsumsi bumbu kare memiliki daya ingat yang lebih tinggi dibandingkan mereka jarang atau yang tidak pernah sama sekali. Hal ini mungkin akan membuat kita penasaran dan ingin tahu. Ternyata rahasianya terletak pada zat pewarna kuning (kurkumin) yang terdapat di dalam rimpang kunyit yang diguna-kan dalam membuat bumbu kare tersebut. Kurkumin pada kunyit me-miliki fungsi yang sangat penting dalam mengobati berbagai jenis penyakit karena senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai anti tumor promoter, antioksidan, anti mikroba, anti radang dan anti virus. Selain itu kurkumin pada kunyit ternyata juga berperan dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Tepung kunyit yang akan di-jadikan bahan racikan bumbu kare dapat dibuat dari umbi kunyit yang telah dikeringkan. Ditinjau dari segi kemudahannya, umbi yang telah di iris lalu dikeringkan, akan lebih mudah digiling untuk dijadikan tepung. Di negara-negara konsumen seperti Amerika Serikat dan Inggris, tepung kunyit digunakan secara langsung sebagai bumbu pewarna makanan,dan bahan baku pembuatan oleoresin. Di India, tepung kunyit merupakan salah satu bahan dasar untuk pembuatan bumbu kare (curry powder) yang merupakan campuran homogen dari berbagai jenis tepung kunyit.
Dengan rutin mengkonsumsi bumbu kare, akan dapat menurunkan resiko serangan penyakit Alzheimer yang bisa menyebabkan pikun total karena kondisi fisik otak yang terus menurun. Namun jangan salah, pada penggunaan yang berlebihan pun bagi orang lanjut usia dapat menim-bulkan efek sakit perut, gangguan hati atau ginjal.Dari hasil kesimpulan para pe-neliti yang dilaporkan dalam American Journal of Epidemiologi Edisi 1 November 2006, menyatakan bah-wa bumbu kari sangat berpotensi mencegah alzheimer karena dilihat dari kemanjurannya dan tidak bera-cun. Hasil penelitian ini merupakan bukti pertama yang menunjukkan hubungan antara konsumsi kare dengan kemampuan kognitif otak.
Sosok tanaman
Kunyit (Curcuma domestica Vahl.) merupakan tanaman obat asli dari Asia Tenggara dan telah dikembangkan secara luas di Asia Selatan, Cina Selatan, Taiwan, Fili-pina dan tumbuh dengan baik di Indonesia. Tanaman tumbuh tegak mencapai tinggi 1,0 - 1,5 m. Memiliki batang semu yang dililit oleh pelepah-pelepah daun. Daun tanaman runcing dan licin dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 8 cm. Bunga muncul dari batang semu dengan panjang sekitar 10 - 15 cm. Warna bunga putih atau putih bergaris hijau dan terkadang ujung bunga berwarna merah jambu. Bagian utama dari tanaman adalah rimpangnya yang berada di dalam tanah. Rimpang ini biasanya tumbuh menjalar dan rimpang induk biasanya berbentuk ellips.
Lingkungan tumbuh
Kunyit dapat tumbuh dengan baik pada ketingggian 0 - 1.200 m di atas permukaan laut. Adaptasi ta-naman sangat baik pada iklim panas sampai sedang dengan kelembaban tinggi. Tanah yang cocok untuk tanaman kunyit adalah tanah yang subur, gembur, mengandung banyak humus dan berdrainase baik. Untuk memperoleh pertumbuhan yang opti-mal, sebaiknya kunyit memperoleh bulan basah sekitar 4 - 6 bulan se-belum gugurnya daun. Untuk pem-bentukan rimpang sangat dibutuhkan cahaya matahari yang cukup.
Fitokimia rimpang kunyit
enyawa kimia utama yang ter-kandung di dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri dan kurkumi-noid. Minyak atsiri mengandung senyawa seskuiterpen alkohol, tur-meron dan zingiberen, sedangkan kurkuminoid mengandung senyawa kurkumin dan turunannya (berwarna kuning) yang meliputi desmetoksi-kurkumin dan bidesmetoksikurku-min. Selain itu rimpang juga mengandung senyawa gom, lemak, protein, kalsiun, fosfor dan besi.
Budidaya tanaman
Budidaya tanaman kunyit cukup mudah. Rimpang tanaman yang akan dijadikan benih hendaknya yang telah cukup umur yaitu sekitar 10 bulan dengan bobot 20 - 30 g. Benih yang akan ditanam sebaiknya yang telah memiliki tunas sepanjang 2 - 3 cm. Sebelum di tanam, tanah terlebih dahulu diolah dengan cara meng-garpu dan mencangkul di tempat yang akan ditanami. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pupuk kandang dapat diberikan sebanyak 0,5 kg/lubang tanam dan jarak tanam yang optimal adalah 50 cm x 50 cm dan penanaman benih sebaiknya dengan kedalaman 7,5 cm - 10 cm, dengan mata tunas menghadap ke atas.
Setiap lubang tanam sebaiknya di isi dengan satu benih dan setelah benih dimasukkan, lubang tanam kembali ditutup dengan tanah. Untuk mendapatkan pertumbuh-an dan produksi rimpang yang op-timal, sebaiknya tanaman di pupuk dengan pupuk buatan yaitu SP36 dan KCL pada awal penanaman masing-masing sebanyak 200 kg/ha dan urea sebanyak 200 kg/ha diberikan se-banyak tiga kali yaitu 1/3 dosis pada umur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan setelah tanam. Selain itu upaya pemeliharaan tanaman juga penting, yang dapat dilakukan dengan cara menyiangi gulma setiap dua bulan sekali dan merapikan guludan.
Panen
Kunyit biasanya di panen pada umur sekitar 9 - 10 bulan. Cara panen cukup mudah yaitu dengan menggali rimpang menggunakan garpu. Usahakan agar rimpang tidak patah tertinggal waktu digali sehingga bobot yang diperoleh lebih tinggi. Setelah digarpu, tanah di-sekitar rimpang dibersihkan dan rim-pang dikumpukan dalam karung. Biasanya hasil panen dapat men-capai 20 - 30 ton/ha rimpang segar.
Kromoleo, nama Jawa yang sangat asing terdengar ditelinga. Belum sempat aku menanyakan apa arti nama itu. Ini adalah nama rawa yang ada di dusun Krajan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Rawa ini memiliki sejarah sendiri dia yang menjadi saksi sejarah perjalanan Desa Senggreng.
Rawa ini di bersihkan oleh warga sekitar untuk Lomba Desa Nasional tahun 1998. Tujuannya juga untuk peningkatan kualitas desa dalam bentuk menambah debit air untuk pertanian dan Pariwisata. Dalam sektor pariwisata dulu sudah pernah fasilitas-fasilitas pendukung antara lain tempat berteduh untuk pemancingan, kafe, pengadaan perahu dan lain-lain.
Pengembangan rawa inipun sangat potensial karena pembangunan jalur lingkar selatan Kota Malang. Sebab pintu masuk bagian utara berhubungan dengan jalan ini. Masyarakat memiliki harapan besar ini akan memberikan masa depan yang baik bagi mereka.
Proyek pengembangan dalam skala besar juga sudah mendapat persetujuan dari Bupati Malang sebelum Sujud Pribadi. Warga desapun sudah mengantarkan proposal-prosposal yang banyak instansi. Tujuannya agar mereka berkenan menyisihkan dana.
Reformasi bergulir. Pemerintahanpun turut berpindah. Wacana pengembanganpun tinggal wacana, karena tiada realisasi. Harapan masyarakat adanya peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan rawa harus mengalami kesamaran.
Agaknya terlalu lelah memang, jika kita membandingkan pembangunan perekonomian di tataran pusat kota dengan daerah pinggiran. Pemandangan yang terlihat adalah sebuah ketimpangan. Prinsip pembanguanan yang salah satunya pemerataan adalah omong kosong belaka. Inilah Indonesia yang sangat hebat dalam konsepsi, nol besar di tataran aplikasi.
Kesejahteraan rakyat pastinya ada dalam visi-misi pemerintah, tapi ini semua ilusi. Masalah yang paling rumit di negara ini adalah urusan birokratisasi. Masalah tidak selesai gara-gara mbuletnya urusan administratif. Inilah Indonesia, ”Jika bisa dipersulit mengapa di permudah?”.
5 Agustus 2009 pada jam 10.00 WIB Telecenter Citra Kartini resmi di buka.
Pemotongan pita oleh Ibu Yoos Lutfi dari Puskowanjati.
Sejalan dengan Perkembangan jaman, tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi semakin pesat. Salah satunya adalah INTERNET. Tak ketinggalan juga Koppas Citra Kartini, setelah mendapatkan bantuan dari proyek kerjasama The World Bank dan Puskowanjati yang memberikan 5 unit PC dan perangkat lainnya untuk dipergunakan sebagai TELECENTER (Warnet Plus). Telecenter di pergunakan untuk pemberdayaan anggota koperasi pada khususnya dan masyarakat di wilayah kecamatan sumberpucung kabupaten Malang pada umumnya. Alhamdulillah pada tanggal 5 Agustus 2009 Telecenter Citra Kartini Resmi di buka oleh ibu-ibu dari Puskowanjati.
Sengketa tanah melibatkan rakyat dan tentara, biasanya berakhir pedih dengan tragedi kematian. Ingatan kita masih terbayang berondongan bedil para Marinir di Alas Tlogo, mayat pun bergelimpangan. Namun di lahan Baon Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung, TNI AU dengan warga malah bermitra sambil menunggu kejelasan status tanah. Seperti apa prosesnya?Hamparan persawahan di ujung Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung, sangat menjanjikan. Selain mendapat pasokan irigasi yang super lancar, lahan yang biasa disebut ‘mBaon’ oleh warga Senggreng itu, berbatasan langsung dengan Bendungan Sutami. Amboi, sungguh subur nian lahan yang berstatus sengketa tersebut, pantas saja jika menjadi perebutan.
Lokasi lahan sengketa Baon, tidaklah terlalu sulit ditemukan, letaknya persis diseberang jalan menuju kampung Kecopokan. Dari Stasiun Sumberpucung, Senggreng tinggal beberapa kilometer ke arah selatan. Cukup bertanya lokasi Baon, seluruh warga desa secara sigap langsung menunjuk arah.
Memasuki areal lahan sengketa, terlebih dulu, melewati sebuah barak milik TNI AU Detasemen Senggreng, yang bisa diketahui dari plakat nama yang terpasang.
Barak itu kosong melompong, namun bukan berarti tak pernah berpenghuni sama sekali, melihat kondisi tanaman hias yang masih bagus terawat, pasti ada tentara yang selalu datang kesitu.
Di depan bangunan sederhana tersebut, ada tulisan AURI berukuran tak kurang dari 2 meter, terbuat dari tanaman teh-tehan yang dipotong sedemikian rupa. Sedangkan, halaman belakang barak tersebut, berupa lapangan rumput yang sepertinya dirancang sebagai Helipad militer.
Beberapa jengkal dari barak, tampak sebuah jalan makadam yang membelah lahan tebu. Menyusuri makadam, sekitar 200 meter maka hamparan Baon terbentang hingga ujung bukit Malang Selatan.
Baon sengketa yang luasnya sekitar 97,5 hektar tersebut, dibelah sebuah jalan selebar 3-4 meter dan dua saluran irigasi di kanan kirinya.
Sesuai hitungan gradual Panitia Kemitraan Tanah Baon, lahan sengketa mencapai 97,5 hektar. Namun dipotong jalan dan saluran irigasi, warga Senggreng mengolah sekitar 77,5 hektar
Sambil menunggu pemerintah daerah memproses status kepemilikan tanah, muncul gagasan kemitraan. Lahan tetap digarap masyarakat, sedangkan TNI AU mendapat bagi hasil yang sesuai. Pola itu memberikan 75 persen hasil olah tanah kepada TNI AU dan sisanya masuk Kas Desa.
Ada tiga golongan tanah, A,B dan C. Tanah A bisa diairi, tanah B tidak bisa dan tanah C keras. Warga berhak menyewa tanah per seperempat hektar, dengan harga Rp 250 ribu, Rp 200 ribu hingga Rp 150 ribu,
Pola kemitraan lahir berdasarkan musyawarah mufakat antara TNI AU dan masyarakat. Andaikata pendekatan serupa bisa dilakukan pada sengketa tanah lainnya. Pastilah, TNI senang dan wargapun tenang karena tak ada intimidasi

Jakarta - Sebelum mencontreng, Cawapres Wiranto menyempatkan diri mengecek Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 14, Bambu Apus, Jakarta Timur. Wiranto mengatakan masih ada nama ganda di TPS itu.
Wiranto tiba di TPS 14 didampingi sang istri Uga Wiranto. Wiranto tampak mengenakan kemeja warna putih dengan garis-garis warna biru.
"Saya cek dulu, siapa tahu ada nama ganda," kata Wiranto sambil mengecek namanya di papan pengumuman.
Usai mengecek nama, Wiranto lalu mendaftar ulang di TPS dengan menyerahkan surat undangan. Dia kemudian duduk antre bersama warga lainnya. Wiranto duduk di samping pelawak Mpok Nori.
Wiranto masuk ke bilik nomor 3 setelah namanya dipanggil petugas KPPS. Sedangkan istrinya di bilik nomor 2. Usai mencontreng, Wiranto mencelupkan jari kelingking ke tinta dan berfoto.
"Di TPS ini masih ada suara ganda. 6 dengan KTP. Ini menunjukkan masih belum lengkap DPT," kata Wiranto.

Bogor - Cawapres Prabowo Subianto datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Kampung Gombong, Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Bogor. Dia dipersilakan Panitia Pemungutan Suara (PPS) mencontreng dulu dibanding warga yang mengantre. Prabowo pun menolak.
Pantauan detikcom di TPS 1, Kampung Gombong, Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Prabowo datang menggunakan mobil Toyota Lexus hitam bernopol B 1007 PR sekitar pukul 09.38 WIB, Rabu (8/7/2009).
Prabowo yang mengenakan batik merah itu didampingi 2 orang pengawalnya. Saat tiba, Prabowo menghampiri sekitar 20-an warga yang sudah menunggu dan menyalaminya.
Tampak salah satu petugas PPS mempersilakan Prabowo untuk masuk ke bilik suara. Namun cawapres yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menolak.
"Saya antre saja. Jadi warga negara yang baik," jawabnya.
Dia pun antre sekitar 10 menit sebelum akhirnya mencontreng. Sebelumnya Prabowo mengatakan siap.
"Alhamdulilah. Kita bismillah saja," ujar Prabowo ketika ditanya kesiapannya.
Saat ditanya mengapa waktu Pilpres ini dia memutuskan untuk pindah tempat mencontreng yang sebelumnya di Kemang, Jakarta Selatan, Prabowo menjawab,"Kan saya sudah pindah di sini, saya sudah jadi warga di sini."

Jakarta - Capres Jusuf Kalla (JK) pindah tempat mencontreng dari tempat pemungutan suara (TPS) 15 Taman Karawang, Menteng ke TPS 19 Taman Suropati, Menteng. JK kemungkinan akan memakai formulir A7.
Pantauan detikcom di TPS 19, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2009) pukul 19.20 WIB, nama JK dan keluarga belum tercantum di dalam daftar pemilih yang ada.
TPS 19 memuat 677 pemilih, 316 di antaranya laki-laki dan 361 lainnya perempuan. Menurut salah satu petugas TPS 19, kabar yang mereka dengar, JK memang akan mencontreng di TPS ini.
"Kemungkinan JK pakai formulir A7," ujar petugas yang enggan disebutkan namanya.
Hingga pukul 09.25 WIB, puluhan wartawan elektronik maupun cetak sudah memadati TPS 19 hingga suasana menjadi ramai. Puluhan wartawan juga memadati rumah dinas JK di Jl Diponegoro, Menteng menunggu JK keluar dari rumahnya. JK dijadwalkan ke TPS pukul 09.30 WIB.

Jakarta - Calon wakil presiden Boediono akan mencontreng di TPS 96 Kampung Sawit Sari, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Bersama sang istri, Herawati, pasangan SBY itu sedang bersiap-siap di rumahnya di Sawit Sari N 2.
Rencananya, Boediono dan Herawati akan berjalan kaki ke TPS yang letaknya kurang lebih 10 meter, Rabu (8/7/2009). Hanya Boediono dan istri saja yang terdaftar di TPS 96. Sementara anak-anaknya tidak tercantum.
Suasana di TPS 96 saat ini masih sepi pemilih. Hanya beberapa warga yang datang untuk memilih jagoannya.
Namun para pemburu berita sudah berjubel di TPS yang cukup sempit itu. Mereka hendak mengabadikan salah satu calon wakil presiden menggunakan hak pilihnya.

Jakarta - Pemilih tidak terdaftar hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) asli untuk memilih. Warga tidak perlu membawa serta fotokopinya.
"Cukup KTP dan KK asli, nggak perlu fotokopinya," kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati di kediaman Ketua KPU, Jl Siaga Raya, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2009).
Menurut Andi, memang semula KPU menjajaki kemungkinan penyertaan fotokopi. Namun karena itu akan menyulitkan, mereka akhirnya mengurungkan niat pewajiban fotokopi tersebut.
"Itu akan menyulitkan pemilih. Terutama di daerah pelosok yang nggak ada fotokopi," ujar Andi.
Andi menduga, jika di lapangan ada praktek KPPS yang mewajibkan fotokopi, hal itu mungkin dikarenakan minimnya sosialisasi. Namun sebenarnya surat edaran mengenai penggunaan KTP dan KK itu sebenarnya sudah dikirim ke daerah-daerah dan sudah sampai, bahkan untuk wilayah Papua. Di surat edaran itu tidak ada kewajiban menyertakan fotokopi.